Detil Berita

  • 19 Jan
  • 2019

Nostalgia, Termotivasi, Inspiratif, dan Tidak Bingung Lagi

 

Alumni1

“Saya berasal dari keluarga petani sederhana. Orangtua pingin supaya saya sekolah dengan sungguh, namun saya terkendala dengan biaya pendidikan. Saya tetap semangat, tekad, kepercayaan diri, mengandalkan Tuhan, dan pantang menyerah”.

Itulah secuil pengalaman yang memotivasi dalam yang disampaikan Bapak Kapolda Irjen Pol Drs Zulkarnain kepada 20 peserta (Sabtu, 12/1) seperti dikisahkan kembali oleh salah seorang peserta, Angelina.

Dalam sharing pengalaman pribadinya, Bapak Zulkarnain mengatakan bahwa ayah dan ibunya hanyalah seorang petani, namun walaupun kedua orangtuanya petani, beliau masih tetap bersekolah sampai jenjang SMA. Perjuangan orangtuanya dan pentingnya pendidikan (sekolah) pantas diacungkan jempol.

 

Tekad dan jujur

Setelah lulus dari SMA, beliau mengikuti test ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Saat itu, ABRI meliputi TNI AD, AL, AU dan polisi dan kini beliau menjabat Kapolda Sumsel.

Beliau menuturkan “jika ingin menjadi sukses atau mewujudkan cita-cita kita harus memiliki tekad yang kuat, kerja keras, semangat dan restu orang tua. Beliau juga mengatakan jadilah orang yang jujur, bertanggungjawab, konsekuen, dan jangan lupa untuk selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah”.

Baik Angelina yang mengikuti sesi TNI dan Polri maupun Mario Valentino yang mengikuti sharing bidang akutansi, mereka sepakat bahwa dengan sharing alumni dapat membuat tidak bingung pada jurusan yang hendak merka pilih kelak dan terutama sudah menemukan gambaran pekerjaan setelah tamat kuliah kelak.

Selain Mario Valentino, Tamara Graciella juga mengikuti sesi akutansi yang disampaikan oleh narasumber Livia Satria, SE., Ak.

 

Menjadi motivasi

Alumni3

Secara khusus Tamara mengatakan saya sekaligus merasa sedikit cemas berdasarkan informasi yang disampaikan oleh ibu Livia. Menariknya, saya bisa mengetahui prospek kerja dari bidang akuntansi dan bagaimana tahapan menjadi akuntan, kenang Tamara.

Namun, bagi Tamara, sayangnya sharing profesi tadi terkendala hal teknis di mna proyektor tidak berfugsi dengan baik dan ibu Livia hanya memakai papan tulis sehingga hasil presentasi kurang menyenangkan, materi yang disampaikan pun tidak begitu banyak.

“Saya merasa senang dengan adanya sharing profesi bidang akuntansi. Dengan sharing bidang akuntansi dapat menambah informasi-informasi, terutama, misalnya,tentang jurusan yang akan saya pilih. Lebih lagi,dapat menjadi motivasi agar dapat lebih berusaha dalam mencapai tujuan”, tulis Thania Oktavia Abigail.

 

Menjadi orang sukses

Thania berharap“dengan adanya informasi tersebut dapat membantu saya agar lebih mudah untuk memantapkan pilihan”.

Hal senada disampaikan oleh Ignatius Arden yang mengatakan sharing para alumni bidang akuntansi sangat kesan, seru dan menambah ilmu pengetahuan. Harapannya dapat memilih jurusan yang tepat dan dapat menjadi orang sukses.

Natasya Angelia juga mengikuti sharing dalam akuntansi. Bagi Nathasya, kegiatan ini dapat memberikan informasi dalam bidang akuntansi dan dapat memahami hal-hal apa saja pekerjaan yang cocok untuk masing-masing bidang akuntansi.

 

Tokoh inspiratif

Natasya berharap saya akan menjadi lebih baik lagi dan berusaha memahami akuntansi dengan baik. Tokoh inspiratif yang dikisahkan misalnya tentang kesuksesan Jack Ma yang yang semula hidupnya susah, namun tidak pernah menyerah untuk menggapai kesuksesan.

Bahkan Fanny Trisepta Sianturi mencatat “saya merasa senang karena acara sharing profesi akuntansi ini,para alumni ini bisa membagikan aneka informasi dan ilmu yang bermanfaat tentang jurusan dan prospek kerja”.

Fanny merasa semakin termotivasi dan fokus pada jurusan yang kini sedang saya tekuni. Saya berharap untuk tahun-tahun mendatang para alumni tetap memberikan informasi dan motivasi bagi kami.

 Alumni4

Suka pelajaran akuntansi

“Ketika kelas XI, saya memilih ekskul gemar akuntansi. Awalnya saya tidak paham mengenai akuntansi, namun lambat laun dalam proses ekskul saya semakin paham mengenai akuntansi. Yang menarik, saya pernah diikutkan dalam lomba akuntansi di UNIKA Musi Charitas, tetapi tidak menang. Dari situ saya mulai menyukai pelajaran akuntansi dan berniat memilih jurusan akuntansi, kisah Fanny.

Dalam bidang bisnis, Fayola Faye menuturkan bahwa “saya sangat senang karena bisa mengetahui pengalaman para alumni dalam bidang bisnis”.  Fayola bisa mengetahui dunia bisnis sedikit demi sedikit.

Hal yang sama disampaikan oelh Steveen Winarko Albeto. Siswa kelas XII IPS 1 ini menulis kesan ketika mengikuti sharing profesi alumni dalam bidang bisnis dan entrepreneur. Bagi Steveen dalam sharing profesi ini tidak sedikit mendapatkan pengetahuan terutama tentang ilmu entrepreneur (kewirausahaan) dan mengetahui usaha apa saja untuk mengembangkan ilmu kewirausahaan.

 

Menjadi psikolog terkenal

Dalam bidang hukum, Marcella Suanmo mengatakan bahwa ia kegiatan dalam sharing profesi yang diikuti dalam bidang hukum ini sangat menarik. Di saya para peserta diajak untuk lebih mengetahui hal-hal dan pengalaman hidup dari alumni supaya menjadi sukses. Marcella menulis, semoga dengan sharing tahun mendatang tidak hanya mendalamai materi notaris atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) tetapi juga dari jaksa atau hakim agar lebih banyak gambaran tentang hukum.

Mengikuti sharing profesi bidang psikologi  sangat bermanfaat bagi saya dan juga bagi teman-teman saya yang sempat ikut, tulis Felicia Vinna Anggreani. “Para alumni bisa bernostalgia kembali di sekolah kita tercinta, dan bagi para peserta sangat termotivasi dengan mendengarkan akan kesuksesan yang telah diraih oleh para alumni yang berkualitas. Saya bermimpi menjadi psikolog ternama (terkenal) di Palembang”, tulis Felicia.

Kunci hidup sukses di masyarakat adalah niat baik, kerja keras, jujur, dan disiplin, tegas Benny Supeno, narasumber bidang teknik yang kini sebagai kontraktor di Medan. **[Ignas Iwan Waning]