Detil Berita

  • 01 Feb
  • 2019

Pelantikan Pengurus Komite Peduli Pendidikan: Memikirkan Kemajuan Sekolah

Untitled-2

Hari ini, Sabtu (26/1) ada dua agenda utama sekolah yakni Pelantikan Pengurus Komite Peduli Pendidikan (KPP) dan syukuran-bergembira bersama dengan dua guru yang baru menikah: Ibu Linda dan pak Yushendra. Kedua acara tersebut diawali dengan ibadat sabda yang dipimpin oleh Rm Putra. Acara lain, yang tidak kalah menarik, yang digagas oleh Ikatan Keluarga Karyawan (IKK) adalah saling menukar kado sebelum menikmati makan siang bersama.

“Bu Dessy, lanjutkan sebagai pengurus Komite Peduli Pendidikan di SMA Xaverius 1. Siapapun kepala sekolahnya!”.
Itulah permohonan sekaligus penegasan kepada ibu Dessy Chandra yang disampaikan Romo Dominggus Koro, selaku ketua Dewan Pengurus Yayasan Xaverius Palembang dalam perjumpaan beberapa waktu silam di kantor Yayasan Xaverius.

Dukungan moril
Ungkapan dari Romo Domi Koro tersebut, bagi ibu Dessy motivasi dan dukungan moril dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya dan team pengurus yang baru dilantik. Hal ini disampaikan ibu Dessy dalam sambutan singkat selaku ketua pengurus Komite Peduli Pendidikan (KPP), Sabtu (26/1/19) di ruang pertemuan lantai 3 SMA Xaverius 1 Palembang.
Ibu Dessy bersama team pengurus KPP menyambut baik atas terpilihnya kembali sebagai pengurus KPP di SMA Xaverius 1 Palembang periode 2019-2022.
“Saya senang mendampingi anak-anak”, aku ibu Dessy yang anak-anaknya sudah dewasa dan mandiri.
“Saya sering keluar kota namun dalam waktu luangketika saya berada di Palembang, saya berusaha untuk mengunjungi sekolah-sekolah yang dipercayakan kepada saya sebagai pengurus komite”, tandas ibu Dessy yang menjadi pengurus Komite Peduli Pendidikan di SMAXaverius 1 Palembang, SMP Xaverius 1 Palembang dan UNSRI (Universitas Sriwijaya).

Memberikan inspirasi
Dengan kepengurusan ini, bu Dessy berharap “Team KPP melaksanakan program sekolah dengan lebih baik. Semoga pengurus KPP bisa lebih aktif dan memberikan inspirasi dan masukan-masukan yang baik buat sekolah kita”

Susunan Pengurus Komite Peduli Pendidikan SMA Xaverius 1 Palembang Periode 2019-2022.
Dewan Penasihat:
1. Kepala Dinas Dikpora Kota Palembang
2. Direktur BPH Yayasan Xaverius Palembang
3. Rektor SMA Xaverius 1 Palembang Rm Putra Setiahati, Pr
4. Kepala SMA Xaverius 1 Palembang Dra M.M Estri Murwani, M.Si
Ketua:
Dessy Chandra, S.E
Wakil Ketua:
Dr Caecilia Hendrani Irene Setiabudi
Bendahara:
Lina Lim
Seksi-seksi:
Pembangunan Sarana dan Prasarana:
Nurhazalinda
Pembinaan dan Pengembangan Minat Akademik:
Dr Ir Leila Kalsum, MT.

Semuanya alumni SMA Xaverius 1
Dr Leila dalam sambutan dan perkenalan singkatnya mengatakan bahwa “Suami dan anak-anak saya merupakan alumni SMA Xaverius 1”, sambil menunjuk ke arah suaminya yang duduk di antara para hadirin.
Di hadapan kepala SMA Xaverius 1 Palembang dan perwakilan Badan Pelaksana Harian Yayasan Xaverius Palembang, serta para hadirin, pengurus mengukukan komitmennya dengan mengatakan:
1. Dengan tulus hati menunaikan tugas sebagai Pengurus Komite Peduli Pendidikan SMA Xaverius 1 Palembang,
Periode 2019-2022

2. Menyumbang waktu dan tenaga demi kemajuan dan perkembangan SMA Xaverius 1 Palembang
3. Membantu kelancaran kegiatan penyelenggaraan pendidikan
4. Melindungi, menjaga dan membela nama baik SMA Xaverius 1 Palembang
5. Selalu berpegang teguh pada moto KPP SMA Xaverius 1 Palembang, “Bersama bersatu membangun
SMA Xaverius 1 Palembang”

Menyalurkan dan menampung aspirasi. Itulah salah satu tujuan dibentuknya komite sekolah, kata kepala SMA Xaverius 1 Palembang Ibu Dra M M Estri Murwani, M.Si dalam sambutannya.
Tidak lupa ucapan terima kasih kepada pengurus KPP purna bakti yang telah berpartisipasi dalam menyumbangkan pikiran, tenaga, dan finansial dalam memajukan sekolah kita, imbuh Ibu Estri.
Ibu Estri menegaskan “KPP adalah mitra sekolah agar sekolah semakin maju”. Kepada KPP yang baru dilantik, Ibu Estri berharap masukan, kritikan yang membangun dan memberikan alternatif solusi dari team KPP. Marilah kita berjalan bersama (sinergi) demi kemajuan dan kebaikan sekolah ini.

Semuanya Ibu
Mewakili direktur BPH (Badan Pelaksana Harian) Yayasan Xaverius Palembang, Drs St Agus Yuswono, MM mengatakan “salut. Salut kepada para pengurus yang semuanya Ibu”. Sekretaris BPH ini berharap semoga KPP yang beru dilantik mampu menjadi partner bagi SMA Xaverius 1 Palembang dalam mensinergikan program sekolah. Mohon kerja sama yang baik, imbuh Pak Agus Yuswono. Lebih dari itu, Pak Agus berharap “fokus KPP pada menampung ide atau gagasan dan solusi pengembangan sekolah. Terutama program membantu siswa-siswi yang tidak mampu”.
Yayasan Xaverius Palembang menganut asas subsidiaritas. Asas ini dimaksud Xaverius harus peduli dan peka terhadap 60 unit sekolah Xaverius lainnya.
“Tidak ada alasan bagi siswa yang tidak mampu untuk tidak sekolah di Xaverius. Sekolah-sekolah Xaverius jangan menolak siswa yang tidak mampu”, tegas Sekretaris BPH Bapak Agus Yuswono.

Menjadi lebih baik

Untitled-1
Kebersamaan, kekeluargaan di antara kita terus dibangun. Semangat solidaritas, persaudaraan dan kehendak baik tetap kita jaga. Itulah pesan dalam homili yang disampaikan oleh Rektor SMA Xaverius 1 Romo Putra dalam ibadat singkat.
Hendaknya, “kita semua, bapak, ibu guru dan karyawan berusaha menjadi lebih baik. Menjadi guru yang lebih baik, menjadi pendidik yang lebih baik”, ajak Romo Putra.
Hendaknya, kita semua dengan semangat “kehendak baik serta meninggalkan egoisme demi kebaikan bersama. Selain itu dengan membuka diri dan mau bekerja sama (sinergis) marilah kita belajar dari sudut pandang yang berbeda (paradigma) orang lain sejalan dengan dunia yang terus berubah”, harap Romo Putra.

Indah pada waktunya

20190126_111637
Selain acara pelantikan pengurus KPP, IKK (Ikatan Keluarga Karyawan) SMA Xaverius 1 menyelenggarakan syukuran dan berbagi suka cita bagi kedua pasutri yang baru membangun bahtera hidup sebagai keluarga baru. Dengan demikian, keluarga Yushenda dan keluarga Linda menjadi anggota keluarga besar SMA Xaverius 1 Palembang.
“Tuhan membuat indah pada waktunya” (Pkh 3:1). Itulah motto suci yang dikutip oleh pasangan suami-istri Petrus dan Linda. Mereka menerima sakramen pernikahan kudus dan resepsi pada Sabtu (29/12-2018) di Lubuk Linggau.

Ermelinda Elita Siswaningsih, S.Pd merupakan putri dari Bapak Drs A Siswadi dan Ibu Ch Muji Sunarsih dan Petrus Lilik Isdiyanto, S.S merupakan putra dari Bapak Markus P dan Ibu Barbara Sumaryanti.
Di Mesuji OKI, pasutri Rose Pandanwangi, AMKL putri dari Bapak Dwi Harsono dan Ibu Kusmiyati melangsungkan pernikahan dan resepsi dengan Yushendra Kusuma, S.Pd putra dari Bapak Suhaidi (Alm) dan Ibu Komaria. Rose dan Hendra melangsungkan pernikahan di Mesuji pada Sabtu (5/1-2019).
Bapak Drs AN Grahito mewakili hadiri diberi mandat untuk menyampaikan nasihat bagi kedua pasutri Hendra-Rose dan Petrus-Linda. Mbah Gro diminta karena beliau merupakan guru senior dan sudah memiliki cucu (sudah ada 3 cucunya).

Secara historis-etimologis
Suasana menjadi riuh-hidup mana kala, pak Gro menyampaikan ular-ular (nasihat) bagi pengantin. Terlebih ketika guru sejarah ini menyampaikan secara historis dan etimologis atas nama-nama pengantin. Yushendra Kusuma dalam bahasa Sansekerta Yushendra atau narendra berarti prabu atau kepala keluarga. Kusuma berarti bunga kemudia bersatu dengan Rose Pandawangi (rose = bunga mawar, pandan = daun pewangi, wangi = harum. Maka, Yushendra Kusuma dan Rose Pandawangi sangatlah baik, indah bagi mereka untuk menyatukan diri, mengharumkan keluarga, menjadikan bunga-bunga dan pandan yang selalu harum, pesan khusus buat pasutri Hendra dan Rose.

20190126_11322320190126_113213Pelita kecil

Ayah dari Petrus dan Linda adalah teman baik saya saat SD dulu, kata Pak Gro. “Bapaknya Petrus adalah temankuketika SD dan SMP. Sedangkan ayahnya Linda, adik kelasku ketika SD”, tegas Pak Grahito.
“Petrus dan Linda mlakuo berjalanlah dengan menggunakan kreta kecil dengan lampu kecil untuk mengarungi bahtera keluarga. Kecil dalam artian kalian berdua harus penuh kehati-hatian. Ora usah atos-atos atau penuh kekerasan”, pesan pak Grahito.
Petrus Lilik Isdiyantodimana Petrus merupakan nama pelindung (orang Kudus) yang diharapkan melindungi dan menjaga Linda. Lilik merupakan panggilan untuk anak kecil. Is itu adalah, menunjukan tempat. Yan dari kata yanayang berarti kreta. Toitu laki-laki.

Tetap mengabdi orangtua
Secara hurufiah Petrus Lilik Isdiyanto berarti kereta laki-laki yang kecil. Sedangkan Emalinda Elita (Elita: pelita, lampu) yang cilik (Lilik). Siswa bisa berarti murid atau anak, ning, di (tempat) sih (kasih), cinta yang ada terasa di hati. Jadi, keduanya Petrus dan Linda sangat cocok, papar pak Grahito.
“Biarlah pasangan Anda masing-masing mengabdi kepada orangtuanya, meskipun tidak mengabaikan pasangan”, pesan Ibu Estri dalam sambutannya. Cinta adalah modal utama membangun keluarga. Pengampunan dan saling memaafkan, serta keterbukaan mutlak perlu dalam hidup bersama sebagai pasangan suami-istri, tambah Ibu Estri. ** [Ignas Iwan Waning]