Detil Berita

  • 29 Aug
  • 2019

Ratusan Siswi SMA Xaverius 1 Bangau Menyaksikan Langsung Aliyah Khansa dalam Sosialisasi Putri Remaja Indonesia

IMG-20190826-WA0024

Antusiasme yang tinggi para siswi SMA Xaverius 1 Palembang untuk mengikuti sosialisasi dan pemilihan putri remaja Indonesia di lapangan volly indoor (Kamis, 8/8). Data dari bidang kesiswaan menunjukkan 50 siswi kelas XI yang mengikutinya. Jumlah ini belum termasuk siswi dari siswi kelas X dan XII yang terdaftar sebagai peserta dalam ajang bergensi tersebut.

Kesempatan dan peluang ini tidak disia-siakan oleh sejumlah besar siswi kita. Disebut kesempatan baik karena, setidak-tidaknya, official putri remaja Sumsel datang ke SMA Xaverius 1 Bangau yakni Aliyah Khansa, kak Putra dan staf dari Dinas Pariwisata Sumsel.

 

Ingin tahu

Motivasi dasar keikutsertaan para siswi kita sangat beragam. Ada yang ikut-ikutan teman. Ada yang mau bertemu Putri Indonesia, seperti yang dituturkan sejumlah peserta sosialisasi.

Saya pingin ikut sosialisasi, kata Maria Olivianita, karena banyak teman sekelasnya yang pingin ikut. Sedang bagi Cindy Candra (17) keikutsertaannya dalam sosialisasi ini untuk mengetahui bagaimana sih menjadi putri remaja Sumsel.

Hal senada diungkapkan oleh Khanti Antovia (17). Kehadiran Khanti dalam acara sosialisasi ini sekadar ingin tahu, dengan pertanyaan dasar apa itu putri remaja Indonesia?

“Keikutsertaan saya dalam sosialisasi Putri Remaja di sekolah kita ini untuk mengetahui bagaimana bisa mengikuti dan menjadi Putri Remaja Indonesia, bagaimana selanjutnya ketika sudah diterima, dan apa saja kegiatan atau program pembinaan, dan bagaimana strategi dan langkah-langkah menjadi juara”, tulis Florence Reinaldo.

Tak jauh berbeda dengan pandangan dari Antheny Handinata. Bagi Antheny, kehadirannya sekadar mendengar dan mengetahui apa saja kegiatan menjadi putri remaja Indonesia. Belinda Budiman (16) menambahkan mengikuti sosialisasi ingin mengetahui bagaimana kehidupan seorang putri remaja Indonesia.

 

Terinspirasi

IMG-20190813-WA0018

Dengan rumusan yang agak berbeda, Jessica Wahab (16) mengatakan bahwa kehadirannya ke lapangan volly indoor ingin melihat putri remaja Sumsel dan terinspirasi oleh kepribadiannya.

“Saya ingin mengetahui pengalaman seorang Putri Remaja Indonesia sejak ia mengikuti audisi sampai menjadi pemenang. Karena menurut saya hal itu sangat seru dan asyik untuk didengar. Bahkan, saya ingin mendengar hal-hal menarik dan hal yang kurang baik yang terjadi selama menjadi seorang Putri Remaja”, tulis Devina Ulima N.

Maria dan Antheny sepakat sangat terkesan menyaksikan Aliyah Khansa tampil dan cara berjalan, dan menjelaskannya secara simpel dan menarik, jelas Devina.

Agak berbeda dengan Khanti. Bagi Khanti, ia berkesan justru ketika beberapa siswi (peserta) yang dipanggil maju untuk mempraktekkan cara berjalan ala putri remja bersama runner up putri remaja dari Sumsel.

Bagi Florence sangat berkesan ketika Aliyah menceritakan pengalaman-pengalamannya selama dikarantina dan ia mengajarkan bagaimana cara jalan yang benar dan memilih beberapa siswi SMA Xaverius 1 untuk belajar cara jalan sebagai model, jelas Florence (16).

 

Cara berpose

Cindy dan Belinda tertarik ketika melihat Aliyah Khanza menunjukkan cara berpose yang baik. Yang tidak kalah senang adalah dapat bertemu langsung dengan putri remaja Sumsel. Yang berkesan saat putri remaja Sumsel mengajari kami cara berjalan yang benar sebagai seorang model, tambah Jessica.

Maria berharap agar siswi kita banyak termotivasi dan terdorong untuk ikut menjadi putri remaja Indonesia serta menginformasikan kepada kepada para siswi bagaimana cara pendaftaran dan proses seleksi menjadi putri remaja.

 

Hasil gemilang

Cindy merasa berterima kasih karena bisa mengetahui cara berpose yang baik dan tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Prinsip yang pantas digenggam adalah usaha baik, hasil gemilang, tegas Cindy.

Devina bangga karena “saya menjadi tahu mengenai apa itu Putri Remaja Indonesia, karena jujur saya awalnya tidak tahu menahu tentang hal itu, saya menjadi tahu bagaimana cara berposes dan ber-catwalk dengan baik dan benar menurut Allya”.

Bagi Khanti, manfaat dari sosialisasi ini yakni siswi yang tertarik dalam dunia modelling bisa mendaftar langsung ke tim official yang hadir (Kak Putra).

Hemat Jessica, mereka datang hendak menjelaskan program putri remaja Sumsel, mengajarkan cara berjalan yang benar dan baik sebagai seorang model, serta menginformasikan syarat-syarat menjadi seorang model.

 

Pantang menyerah

Semoga para siswi yang ikut dalam proses pendaftaran dan seleksi akan membawa nama baik sekolah dan kota Palembang, harap Maria.

Memotivasi diri sendiri bahwa dengan bekerja keras tidak akan mengkhianati hasil, dapat menjadi pribadi yang percaya diri dan mencintai diri sendiri, timpal Cindy.

Sedangkan menurut Belinda, semoga para siswi SMA Xaverius 1 yang berminat dan memiliki bakat yang sama agar tidak gampang menyerah melainkan terus berani dan mencoba.Jessica berharap putri remaja Sumsel dapat menjadi inspirasi bagi remaja-remaja Sumsel.

Bagi Devina, semoga siswi SMA Xaverius 1 yang berminat dan memiliki bakat di bidang modelling mampu menyalurkan bakatnya melalui keikutsertaan dalam ajang Putri Remaja Indonesia. Yang tidak kalah pentingnya bahwa semua orang hendaknya memahami tentang kecantikan tidak terbatas pada kecantikan fisik tetapi juga kecantikan tingkah laku, tutur kata, dan hatinya.

 

Apresiasi

Tidak lupa, apresiasi yang tinggi buat 3 putri kita yang masuk dalam tahap selanjutnya Cherlyn Tjuantja (XI IPS 1), Vanessa Berlian Kesuma (XI IPS 2), Putri Angelica Evelyn (XI IPS 3). Mereka masuk 15 besar pemilihan putri remaja Indonesia.

“Mohon dukungan untuk mereka. Perjuangan mereka masih lama. Ada masa-masa karantina selama 2 bulan yang mudah-mudahan tidak banyak mengganggu proses belajar mereka. Kita dukung mereka dalam semangat dan doa”, tulis Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Recardus Eko Prasetyo, dalam grup guru karyawan SMA Xaverius 1 Palembang (Sabtu, 24/8), pkl 16.45.**

[Ignas Iwan Waning]