Detil Berita

  • 17 May
  • 2020

Retret Guru-Karyawan 2020,Thomas A Yuda: Jangan cepat puas dan andalkan Tuhan

HUJAN lebat pagi ini (Rabu, 22/1) mengguyur kota Palembang. Banjir memenuhi ruas jalan utama. Arus lalu lintas macet. Banyak kendaraan terjebak dalam banjir.

Dalam jadwal perjalanan, bapak ibu guru-karyawan sudah berkumpul di lingkungan sekolah (Jln Bangau) pada pukul 06.00.

Karena hujan lebat, pada waktu yang ditentukan belum banyak peserta yang datang untuk melanjutkan perjalanan ke Podomoro. Sebab acara retret akan dimulai pukul 08.30 pagi.

Semangat Fransiskus

Salah satu program sekolah adalah retret atau pembinaan rohani bagi segenap guru dan karyawan. Untuk periode ini diselenggarakan di Podomoro, 22-23 Januari 2020. Acara ini diikuti oleh 81 guru  dan karyawan.

Panita pelaksana mengambil tema retret “Guru dan karyawan SMA Xaverius 1 sebagai motor penggerak kemajuan sekolah yang dijiwai semangat Fransiskus Xaverius”. Tema inilah yang menjadi pembahasan, diskusi bersama selama 2 hari ini rumah pembinaan Km 18 Sukomoro, Sumsel.

Penting dan perlunya kegiatan (entah retret, seminar, lokakarya) sebagai langkah strategis untuk menguatkan etos kerja dan komitmen guru dan karyawan dalam tugas sehari-hari.

romoKejujuran dan kedisiplinan

Hal pokok lain yang hendak dicapai dengan retret 2 hari ini antara lain meningkatkan persatuan dan kebersamaan sebagai sebuah komunitas sekolah Katolik. Juga, mengembangkan sikap-sikap kejujuran, kedisiplinan, dan kemandirian.

Romo Wahyu dalam mendampingi para guru dan karyawan lebih mengajak para peserta retret dengan mendalami topik membangun integritas kendati memiliki kelemahan. Integritas lebih sebagai identitas. Di dalamnya sangat dibutuhkan keseimbangan atau sinkronisasi antara hati, pikiran, tubuh atau ekspresi (perkataan).

Untuk mendalami topik ini, Romo Ch Wahyu Tri Haryadi, SCJ menawarkan sebuah teori sosial dari Jualian Luther yakni locus of control, pusat kendali.

Teori ini penting sebab apa yang saya (kita) buat hari ini akan berpengaruh ke depan. Ada 2 macam kendali yakni dari dalam (intern locus of control) dan dari luar (ekstern locus of control).

Contoh sederhana yang disampaikannya, berkaitan kendali dari dalam (intern) antara lain saya ingin diet namun ada godaan berupa makanan yang enak, di sini saya yang menentukan apakah saya tergoda pada tawaran yang enak tadi (berarti batal diet) atau tetap komitmen pada diet.

Atau kendali dari luar (ekstern) di mana seseorang menjadi pribadi karena orang lain, orang lainlah yang menentkan diri kita. Di sini biasa terjadi menyalahkan lingkungan, orang lain menjadi masalah.

Mengontrol diri

Sejalan dengan hal di atas, ijinkan saya mengutip pernyataan Bapak Uskup Bandung, Mgr Antonius Subianto, OSC dalam misa live streaming (Selasa, 14 April 2020) dari Kapel Biara Santa Maria Cimahi.

Mgr Subianto, yang rutin memimpin misa secara live streaming setiap pukul 06.00 pagi ini, mengatakan, “jangan kita tidak melakukan sesuatu karena ada sesuatu yang mengontrol kita. Tapi bagaimana kita mengontrol diri dalam melakukan sesuatu walaupun kita kehilangan kesempatan demi kebaikan.”

gusKomitmen dan konsistensi

Salah satu latihan yang kami geluti dan berkesan di mana pembimbing menuntun para peserta retret untuk memilih satu satu teman, rekan yang pantas dihormati karena memiliki integritas. Orang tersebut kita hormati karena terkenal akan kualitas diri. Orang tersebut memiliki komitmen dan konsisten untuk maju.

Pada gilirannya, semua peserta duduk pada posisi melingkar, masing-masing menyebutkan nilai-nilai atau keutamaan hidup dari salah seorang teman (dengan tidak menyebut namanya).

Beberapa nilai yang lebih dominan muncul antara lain kesederhanaan, kedisiplinan, kepedulian, sikap mendengarkan, keteladanan, ketegasan, bertanggung jawab, tidak mengeluh, dan rendah hati. Nilai atau keutamaan inilah yang membuat orang dihormati karena berintegritas dan berkualitas.

Untitled-1

Mohon rahmat

Pada sesi lain, peserta retret mendalami spiritualitas bahwa orang menjadi kudus dalam kelemahannya, syarat menuju kekudusan yakni rendah hati dan meminta rahmat.

Salah seorang peserta retret, Thomas Aquino Yuda K mengungkapkan kekagumannya atas retret yang dilaksanakan di Podomoro tahun ini.

Benar luar biasa menurut saya acara retret tahun ini. Walau hujan dan ada beberapa kendala tapi itu bukan jadi hambatan di retret ini.

Buat saya pribadi pun retreat kali ini kayak gak bisa diprediksi dengan keadaan saya kemarin. Tapi Tuhan bekerja luar biasa retreat kemarin sukses.

retret3Setia pada komitmen

Pesen untuk kita semua tinggal bagaimana menjaga kondisi kita agar tetap setia dalam komitmen yang sudah kita buat, berani jadi beda, berani melakukan terobosan-terobosan luar biasa di sekolah, dan supaya api dalam diri kita tidak padam tetapi api itu terus menyala-nyala, karena percuma semuanya luar biasa kalo hanya disitu-situ saja.

Bagi bapak ibu guru dan karyawan semangat terus dalam pelayanannya, jangan cepat puas dan tetap andalkan Tuhan selalu.

Mari persiapkan diri untuk mulai melayani dan menjalani hari yang luar biasa bersama Tuhan.

Bersatu hati

Percayalah ketika kita memasuki hadirat Tuhan, ketika kita bersatu hati untuk berdoa dan menyembah Tuhan. Maka segala kemustahilan dapat dilakukan bersama Dia yang memberi kekuatan bahkan untuk merubah dunia supaya berkenan dihadapan-Nya.

Selain agenda retret, Ikatan Keluarga Guru-Karyawan (IKK) melaksanakan Natal bersama.

Semangat buat bapak ibu semoga setiap tahunnya selalu menjadi luar biasa dan menjadi berkat. Tuhan memberkati.**

By: Ignas Iwan Waning