15 Menit di Sekolah, Nilai-nilai Saya Memuaskan

CUACA di pagi hari ini (Selasa, 30/3/2021) sedikit kurang cerah dengan turunnya gerimis sekitar pukul 7 sampai 8 tadi. Mendung–mendung langit yang mendukung sekali untuk tidur.

Hari ini adalah hari yang cukup spesial, datang ke sekolah dan mengambil hasil belajar setengah semester genap ini membuat saya menjadi semangat.

Saya tiba di sekolah pukul 8, bertemu dengan teman sekelas di gerbang ketika ingin masuk menjadi awal untuk hari ini. Tampaknya gerbang depan sekolah masih dalam proses renovasi. Saya berharap sekolah kita bisa menjadi lebih cantik dan nyaman. Kami berdua jalan masuk bersama dengan tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.

Menarik sekali sepertinya sekolah memiliki alat baru untuk mengecek suhu tubuh dan memakai hand sanitizer ketika masuk ke gedung sekolah. Alat ini membantu sekali untuk mengurangi interaksi langsung dan sentuhan langsung.

Semuanya bagus

Lanjut berjalan ke dalam kelas, jalanan di koridor lantai 1 sekolah cukup licin, mungkin efek dari jalanan di luar yang basah sehabis hujan.

Kelas X MIPA 8 cukup sepi ketika saya datang, hanya ada 5 siswa, saya duduk menunggu giliran. Udara memang cukup dingin di luar ditambah dengan adanya pendingin ruangan membuat saya sedikit kedinginan. Bahagianya, nilai–nilai saya memuaskan, tidak ada nilai yang jelek ataupun nilai pas–pasan. Semuanya bagus.

Saya sedikit menyesal karena tidak terlalu melihat ke sekeliling sekolah, melihat suasana di tengah sekolah. Saya sangat terfokus untuk mengambil rapot dan fokus berjalan dengan pikiran saya sendiri.

Menyapa guru-guru

Namun, saya melihat beberapa karyawan yang sedang menyapu koridor sekolah. Saya juga sempat menyapa guru–guru yang lewat, karyawan, serta teman.

Bagi saya, kesempatan menyapa itu sangat berharga, ada rasa senang dan puas tersendiri ketika kita menyapa seseorang, mungkin terkesan sederhana ketika hanya mengucapkan “pagi bu”, “pagi pak”, “permisi bu”, “permisi pak”, “halo”, tetapi hal sederhana itu mungkin bisa memberikan semangat kepada orang yang disapa.** (Evangelia Auryn Fredella/X MIPA 8, Peserta Ekskul Jurnalistik)