Berusaha yang Terbaik dan Berharap Hasilnya Pun Tak Mengecewakan

LEMBAR baru dibuka kembali hari ini, Selasa (30 Maret 2021). Hari ini aku akan membalas rinduku kepada rumah keduaku, yakni sekolah.

Pada hari ini semua siswa-siswi datang ke sekolah SMA Xaverius 1 Palembang untuk mengambil hasil penilaian Mid Semester 2.

Sudah hampir satu tahun kami bersekolah di rumah masing-masing atau dikenal dengan sekolah daring. Ada rasa rindu dan bahagia serta sedikit cemas di hati saat melangkahkan kaki ke bangunan ini.

Tidak semua siswa satu kelas masuk sekaligus, namun ada pembagian sesi sesuai dengan nomor absen. Misalnya kelas 11 dari absensi 1-12 mulai masuk pukul 11.00-12.00 WIB dan seterusnya.

Wajib memakai masker

Ditengah pandemi Covid-19 ini, pastinya kami selaku siswa-siswi tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Area sekolah menjadi area wajib menggunakan masker. Jalur masuk ke sekolah dikhususkan satu jalur dan sama halnya dengan jalur pulang.

Sebelum benar-benar masuk area sekolah, siswa-siswi dipastikan untuk mengecek suhu tubuhnya, apabila suara penanda aman berbunyi maka barulah kami diperbolehkan masuk. Tak lupa juga, hand sanitizer otomatis tanpa perlu ditekan sudah disiapkan sekolah guna menunjang protokol kesehatan. Beberapa pengurus OSIS juga akan memberikan arahan kepada siswa-siswi untuk menjaga jarak saat bertukar sapa.

Saat masuk ke kelas pun kami sekelas tetap duduk masing-masing satu meja dan menjaga jarak. Ketika pembagian rapot, saat ini lah yang paling menegangkan karena kami selaku siswa-siswi berusaha yang terbaik dan berharap hasilnya pun tak mengecewakan.

Satu-persatu sesuai nomor absen kelas 11 MIPA 5 dipanggil oleh wali kelas kami, Pak Ignas. Semua siswa dipertanyakan kendala saat belajar daring saat ini.

Usaha dan kerja keras

Selaku wali kelas, beliau juga menyemangati kami untuk tetap selalu maksimal walau tidak belajar tatap muka. Pada waktu namaku dipanggil dan rapotku sedang dilihat Pak Ignas, mataku juga ikut mengintip hasil penilaianku.

Aku berdoa semoga segala usahaku dan kerja kerasku dapat terbayar dengan nilai yang bagus.

Dan hasilnya, sesuai dengan permintaanku. “Terima kasih Tuhan!” batinku berbicara. Kuteliti semua nilai dengan senyum mengembang seraya bersemangat.

Saat sudah selesai berbincang singkat dengan Pak Ignas, langsung kumasuki hasil penilaianku ke dalam map dan kupakai jaketku untuk bersiap pulang ke rumah.** (Grace Anastasya Aulia/ XI MIPA 5)