Mas Budi, Pkl 05.58 Berangkat ke Sekolah dan Kerja dalam Sunyi

SEHARI-hari biasa disapa mas/pak Budi. Dalam aktivitas rutinnya, mas Budi bekerja tanpa kata.

“Orang luar sana, misalnya pegawai bank menyebut dengan nama pak Yoseph”, aku mas Budi di teras sekolah (Jumat, 30 Mei 2021).

Jujur, secara pribadi saya baru mengenal nama lengkap mas Budi dari pengakuannya kemarin yakni Yoseph Maria Budiono.

Setiap hari kerja, putra ke 4 dari 6 bersaudara ini menuturkan bahwa ia berangkat dari rumah, memanaskan sepeda motor astreanya pkl 05.58 dan bergegas menuju sekolah. Bekal siangnya telah disiapkan oleh istri, ibu Theresia, sebab mas Budi pulang dari sekolah antara pkl 18.00 – 18.30.

68 dan 86

Meskipun tidak diutarakan alasan mengapa tidak menyelesaikan pendidikan tingkat dasarnya, anak ke 4 dari pasangan Thomas Sadiman dan Monika Ponikem ini, menyampaikan dengan runtut tugas dan kewajiban selama di sekolah.

Setiba di sekolah (SMA Xaverius 1 Jln Bangau), putra kelahiran Tugumulyo, 18 Juli 1968 segerah membuka pintu gerbang masuk, pintu kantor dan pintu ruang guru.

Tak lama berselang, mas Budi menghidupkan pompa air untuk seluruh areal sekolah dan menghidupkan/ membuka kran air.

Aktivitas selanjutnya, sambil menunggu waktu doa dan renungan bersama di ruang guru, mas Budi merebus air untuk membuat minuman: kopi, teh dan kadang susu bagi semua guru dan karyawan.

Tidak lupa, hal menarik lain yang mas Budi lakukan adalah menghidangkan atau mengantar keliling minuman yang telah disiapkannya. Ia mengantar kopi dan teh ke masing-masing ruang kerja bapak ibu: ruang kantor, ruang guru, ruang kesiswaan, ruang kurikulum, ruang humas, ruang BK.

Menjelang pkl 09.00, jika snack sudah ada, mas Budi berkeliling membagikan dan meletakkan snack di meja kerja masing-masing guru dan karyawan.

Mas Budi, yang telah berkarya di SMA Xaverius 1 sejak tahun 1986 ini mengaku, jika semua pekerjaan di atas telah selesai, ia akan membersihkan dapur: lantai dan kaca jendela, serta pada sore hari menyapu-ngepel ruang kantor SMA Xaverius 1 dan 4.

Kadang-kadang, ayah dari Leonardus dan Kornelius ini akan membantu teman-temannya yang belum menyelesaikan pekerjaannya.

Sekitar pkl 18.00 sampai pkl 18.30 sebelum bergegas kembali ke rumah, mas Budi keliling untuk memastikan apakah kran-kran air dan pintu sudah ditutup-dikunci atau belum.

Kesan dari sahabat

“Ramah dan dedikasi dalam diam. Datang paling awal dan pulang paling akhir”, kesan pak Daniel Arnop terhadap mas Budi.

Pak Daniel Arnop yang mengampu mapel PPKn dan Sejarah di SMA Xaverius 1 pada tahun pelajaran 2018-2020 ini melanjutkan, “Pak Budi menurut saya orang yang lebih bisa dilihat pribadinya dari tindakannya ketimbang perkataan dan penampilannya. Orangnya jarang senyum dan ngomong, tapi kebaikan hatinya bisa kita rasakan”.

“Satu lagi, pak Budi itu kalau masih ada guru di ruang guru, ia masih tetap menunggu, gak pernah istilahnya mendesak guru tersebut segera pulang. Salutlah”, tambah pak Daniel yang kini bertugas di kota Jambi.

“Beliau itu dalam diamnya pengertian sekali orangnya”, kesan terkuat pak Daniel yang kini mengajar mata pelajaran Sejarah untuk kelas XI dan XII di SMA Xaverius 1 Jambi.

Identitas singkat

  • Nama    : Yoseph Maria Budiono
  • TTL         : Tugumulyo, Musi Rasas, 18 Juli 1968
  • Anak ke  : 4 dari 6 bersaudara (4 laki-laki dan 2 prempuan)
  • Orangtua:
    • Ayah      : Thomas Sadiman (+)
    • Ibu         : Monika Ponikem (+)
  • Pendidikan         : SD (Kelas 6 belum tamat)
  • Istri                     : Theresia Suyanti
  • Anak-anak:
    • Leonardus Ariyanto
    • Kornelius Swandito

Akhirnya, mas Budi yang suka mendengarkan musik Jawa dan melahap ubi dan pisang rebus berharap, “Semoga Yayasan Xaverius dan sekolah kita terus maju dan berkembang. Kita semua sesuai dengan kemampuan terus berkontribusi demi kemajuan sekolah. Kiranya, setiap tahun jumlah siswa-siswi yang hendak menimbah ilmu di sekolah kita terus bertambah”.** (Ignas Iwan Waning)